Diversifikasi dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu aset, tetapi strategi tersebut tidak menghilangkan risiko. Pasar crypto dapat mengalami penurunan secara bersamaan sehingga beberapa aset tetap dapat mengalami kerugian dalam periode yang sama.
Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi. Investor dapat mencatat jumlah modal, aset yang dimiliki, harga pembelian, serta perkembangan portofolio. Dengan pencatatan tersebut, investor dapat melihat apakah strategi yang digunakan masih sesuai dengan tujuan awal.
Evaluasi juga membantu investor menemukan pola kesalahan. Jika investor terlalu sering membeli karena mengikuti tren, misalnya, catatan transaksi dapat menunjukkan kebiasaan tersebut. Setelah mengetahuinya, investor dapat memperbaiki strategi dan membuat aturan investasi yang lebih disiplin.
Pada akhirnya, investasi crypto bagi pemula membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan. Investor perlu memahami aset, memilih platform seperti Pintu, menyiapkan modal, menentukan strategi, menjaga keamanan, dan melakukan evaluasi.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(Agustina Wulandari )
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.