Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Otto Toto Sugiri Ungkap Kebutuhan Pusat Data RI di Tengah Ledakan AI

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |19:16 WIB
Otto Toto Sugiri Ungkap Kebutuhan Pusat Data RI di Tengah Ledakan AI
Otto Toto Sugiri, menilai Indonesia perlu mempercepat investasi infrastruktur pusat data (data center) . (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sekaligus pendiri perusahaan pusat data nasional, Otto Toto Sugiri, menilai Indonesia perlu mempercepat investasi infrastruktur pusat data (data center) untuk memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Toto memperkirakan kapasitas pusat data aktif di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 200 megawatt (MW). Menurut dia, kapasitas tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk mendukung populasi dan perkembangan ekonomi digital nasional.

“200 megawatt itu mencukupi untuk melayani negara kita sendiri, seluruh Indonesia, tapi itu masih jauh dari hitungan saya,” ujar Toto di The Kasablanka Hall, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Ia memperkirakan Indonesia membutuhkan kapasitas pusat data setara 10–15 watt per kapita untuk melayani kebutuhan penduduk. Dalam paparannya, Toto menggunakan asumsi jumlah penduduk sekitar 180 juta jiwa.

Berdasarkan perhitungannya, kapasitas pusat data Indonesia idealnya mencapai 2,8 gigawatt (GW). Perkiraan tersebut mempertimbangkan kebutuhan layanan digital, komputasi awan (cloud computing), media sosial, serta penggunaan AI.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement