Di sektor transportasi perkotaan, KAI Group mengalokasikan Rp4,07 triliun untuk pengadaan Commuter Line baru dan program retrofit. Pengadaan sarana baru mencakup 16 rangkaian atau 192 kereta senilai hampir Rp3,83 triliun. Sementara itu, program retrofit dua rangkaian menelan biaya lebih dari Rp238,63 miliar.
Hingga saat ini, tujuh dari 16 rangkaian Commuter Line baru atau sebanyak 84 kereta telah beroperasi. Sembilan rangkaian lainnya masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.
KAI dan INKA juga bekerja sama dalam pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek yang terdiri atas 186 kereta. Nilai kontrak proyek tersebut berkisar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun.
LRT Jabodebek menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 (GoA3). Pada semester I 2026, layanan tersebut mengangkut 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain sarana angkutan penumpang, KAI juga mengadakan 10 kereta luxury berkapasitas masing-masing 26 kursi serta satu unit tambahan untuk cadangan perawatan. Total nilai kontrak pengadaan tersebut mencapai Rp161,16 miliar.
Untuk mendukung angkutan logistik, KAI dan INKA juga bekerja sama dalam pengadaan 1.125 gerbong datar BM berkapasitas 54 ton dengan nilai kontrak Rp1,05 triliun. Sarana tersebut disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi angkutan barang di Sumatra Selatan, terutama batu bara yang menjadi salah satu sumber energi pembangkit listrik nasional.