JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya perluasan akses pembiayaan, kolaborasi global, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelaku usaha perempuan mengembangkan bisnis dan bersaing di pasar internasional.
Ketiga aspek tersebut menjadi fokus dalam pemberdayaan pengusaha perempuan agar mampu memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas usaha, dan menjangkau lebih banyak pembeli mancanegara.
Penegasan tersebut disampaikan Wamendag Roro pada International Women Business and Investment Forum (IWBF) 2026 yang dilaksanakan di sela-sela pelaksanaan kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Menurut Wamendag Roro, akses pembiayaan berperan dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas usaha. Sementara itu, kolaborasi global membuka kesempatan bagi pengusaha perempuan untuk memperluas jaringan, saling berbagi pengetahuan, dan menjajaki peluang kerja sama bisnis.
“Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu eksportir Indonesia menjangkau lebih banyak pembeli dan memperluas jaringan bisnis dari berbagai negara. Dengan demikian, tujuan kita tidak hanya membantu lebih banyak perempuan untuk memulai usaha, tetapi juga mendukung bisnis milik perempuan agar berkembang dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Wamendag Roro.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendag Roro mengingatkan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kesiapan dan peningkatan pemahaman agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang yang tersedia.
Wamendag Roro juga mengajak para pelaku usaha perempuan untuk memanfaatkan IWBF 2026 sebagai media untuk membangun jejaring dan saling mendukung dalam mengembangkan usaha.
“Perempuan dapat berhasil selama saling mendukung, hadir untuk satu sama lain, dan ikut bangga atas keberhasilan satu sama lain,” ungkapnya.
Wamendag Roro menyampaikan, perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Ia menyebutkan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi sekitar 62 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan lebih dari 60 persen pelaku UMKM merupakan perempuan.
Wamendag Roro menambahkan, besarnya peran tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha bagi perempuan perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, lingkungan sosial, mitra bisnis, dan pemerintah. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha perempuan mengembangkan potensi serta mewujudkan peluang usaha yang lebih luas.
Kementerian Perdagangan, lanjut Wamendag Roro, terus mendukung pengembangan kualitas produk, pembukaan akses ke pasar ekspor baru, promosi produk Indonesia, serta penghubungan pelaku usaha nasional dengan mitra internasional.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi perempuan, termasuk pelaku UMKM, untuk memasarkan produknya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke pasar luar negeri.
Wamendag Roro juga menyoroti pentingnya forum ini dalam mempererat hubungan antar pengusaha dari berbagai negara. Kehadiran perwakilan ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN), BRICS Women’s Business Alliance, serta berbagai komunitas pengusaha perempuan internasional menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi dan menjajaki potensi kerja sama lintas negara.