Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengembangan Panas Bumi di Gunung Ungaran Perlu Libatkan Pelaku Wisata

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |15:14 WIB
Pengembangan Panas Bumi di Gunung Ungaran Perlu Libatkan Pelaku Wisata
Pengembangan energi panas bumi di Gunung Ungaran dinilai dapat berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata di kawasan Bandungan. (Foto: Okezone.com/ESDM)
A
A
A

JAKARTA — Pengembangan energi panas bumi di Gunung Ungaran dinilai dapat berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namun, penyelarasan kedua sektor tersebut membutuhkan dialog antarpemangku kepentingan, perencanaan yang matang, serta perhatian terhadap kelestarian lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pengamat pariwisata sekaligus mantan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Bambang Mintosih, mengatakan pengembangan energi dan pariwisata perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan daerah yang saling mendukung.

“Pengembangan panas bumi dan pariwisata perlu ditempatkan dalam perspektif pembangunan daerah yang lebih luas. Kehadiran sumber energi bersih dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan, sementara sektor pariwisata terus mengembangkan daya tarik dan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan karakteristik daerah. Kuncinya adalah membuka ruang dialog dan urun rembug bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Bambang, Minggu (18/10/2026). 

Menurut Bambang yang juga yang juga Dewan Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Pelaku usaha dan masyarakat juga perlu mengembangkan beragam atraksi wisata, meningkatkan kreativitas lokal, serta memperkuat ekosistem usaha di sekitar destinasi.

Ia menilai, rencana pengembangan panas bumi perlu dikomunikasikan secara terbuka agar berbagai kepentingan dapat dipertimbangkan, termasuk keberlanjutan destinasi wisata dan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Seluruh unsur ekosistem pariwisata perlu dilibatkan, mulai dari pengelola destinasi, pelaku perhotelan, pusat oleh-oleh, biro perjalanan, komunitas, masyarakat, hingga pemerintah. Dialog ini penting untuk mengidentifikasi peluang, mengantisipasi tantangan, dan memastikan setiap upaya pembangunan memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.

Bambang juga melihat peluang pengembangan atraksi wisata berbasis aktivitas dan kreativitas lokal di Bandungan dan sekitarnya. Salah satunya adalah wisata olahraga atau sport tourism, yang dapat menarik pengunjung melalui berbagai kegiatan olahraga, termasuk ajang lari, sekaligus membuka peluang bagi usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement