Prabowo juga menegaskan Indonesia memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi situasi tersebut. Dia menyatakan pemerintah tidak akan menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
"Kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah," kata Prabowo.
Selain menegaskan sikap pemerintah terhadap tekanan eksternal, Prabowo membuka kemungkinan untuk memperketat pengeluaran negara apabila diperlukan. Menurut dia, pemerintah dapat melakukan penghematan lebih besar untuk menghadapi berbagai tantangan.
"Kalau perlu kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti," tuturnya.
Sebelumnya, Prabowo memanggil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Gubernur BI Destry Damayanti ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). Pemanggilan tersebut berlangsung ketika pasar modal Indonesia menjadi sorotan menyusul rencana MSCI mengevaluasi klasifikasi pasar saham Indonesia.
Friderica, yang akrab disapa Kiki, mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pertemuan dengan Presiden. Meski demikian, dia telah menyiapkan laporan untuk disampaikan kepada Prabowo.
"Belum tahu, dipanggil aja jadi nanti. Tapi saya udah siapin laporan semuanya nanti temen-temen setelah rapat baru nanti saya update ke temen-temen ya," ujar Friderica kepada awak media setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.