Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Danantara Mulai Koleksi Saham Usai IHSG Terkoreksi Imbas Ancaman MSCI

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |13:03 WIB
Danantara Mulai Koleksi Saham Usai IHSG Terkoreksi Imbas Ancaman MSCI
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai membeli saham di pasar modal Indonesia saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai membeli saham di pasar modal Indonesia saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam pekan lalu. Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan tercatat di tengah kekhawatiran pasar menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi klasifikasi pasar saham Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan pembelian saham telah dilakukan sejak Rabu (21/10/2026) dan berlanjut pada Kamis (22/10/2026). Danantara memilih saham berdasarkan daya tarik valuasi, fundamental perusahaan, dan prospek pertumbuhan bisnis.

"Jadi, per kemarin, hari ini, kita sudah membeli saham-saham yang menurut kami menarik. Kita akan terus membeli selama valuasinya menarik dan memiliki prospek yang baik," kata Pandu saat ditemui di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).

Pandu menilai, pengumuman MSCI terkait konsultasi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia belum tentu mencerminkan kondisi fundamental seluruh perusahaan yang tercatat di bursa. Menurutnya, masih banyak emiten, terutama perusahaan pelat merah di sektor keuangan, yang memiliki fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan yang baik.

"Menurut kami, ada perbedaan antara isu di pasar modal dan perusahaan yang ada di pasar modal itu sendiri. Apalagi, saham-saham BUMN yang dimiliki Danantara memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik. Valuasinya saat ini juga cukup menarik," ujarnya.

Menurut Pandu, Danantara akan tetap mengutamakan analisis fundamental bisnis dibandingkan sentimen pasar dalam mengambil keputusan investasi. Ia menilai sejumlah perusahaan tercatat masih memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Danantara juga berencana meningkatkan investasinya di pasar modal dengan tetap mencermati dinamika pasar. Saham-saham perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dinilai masih menarik untuk dikoleksi selama memiliki fundamental bisnis yang kuat dan valuasi yang sesuai.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement