Direktur Sarana Transportasi Jalan Yusuf Nugroho mengatakan adanya VTA Online 2.0 merupakan penyesuaian terhadap kebutuhan layananan. Solusi untuk meningkatkan sistem pelayanan publik karena digitalisasi ini sudah dimulai sejak diterbitkannya PM 144 tahun 2015 tentang Layanan Uji Tipe Kendaraan Bermotor Secara Online.
"Seluruh proses bisnis pelayanan hanya perlu diunggah dan tidak perlu hadir fisik kecuali untuk proses pengujian. Setiap perusahaan atau mitra dapat memantau dan memonitor perkembangan pelayanan hanya melalui sistem dan itu sangat memberikan kemudahan. Implementasi sepenuhnya dari versi terbaru ini akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2026," ujar Yusuf.
Dia menjabarkan bahwa pada VTA Online versi lama login dilakukan satu kotak, instruksi panjang dan captcha manual, form SPU panjang tanpa simpan otomatis, serta monitoring pasif dan verifikasi tunggal.
Sementara, dengan adanya VTA Online versi 2.0 memberikan pelayanan yang lebih baik dengan login dua panel modern, verifikasi bertingkat dan menggunakan QR-code, dashboard personalisasi, cek kesehatan profil, tracking SPU, form SPU rapi dengan draft otomatis, notifikasi berkas terhenti lebih dari 7 hari, serta dapat mengecek tunggakan.
"Kami berharap pelayanan ini dapat memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi para customer khususnya industri kendaraan bermotor, hingga menjadi pendorong tumbuh dan berkembangnya industri otomotif di Indonesia," tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.