“Langkah kolaborasi ini tidak bisa dikerjakan PLN sendirian. Pengembang membangun rumahnya, produsen menyediakan peralatannya, mitra SPKLU memperluas jaringan pengisian, dan PV developer berkolaborasi menyediakan PLTS. Peran PLN adalah memastikan seluruh ekosistem ini terhubung dalam satu jaringan yang andal,” tegasnya.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M Fahrur Rozy, menjelaskan bahwa PLN terus bertransformasi dari penyedia tenaga listrik menjadi mitra solusi energi yang menghadirkan layanan terintegrasi. Solusi tersebut mencakup kebutuhan pelanggan dari hunian, transportasi, hingga bangunan komersial, dan kawasan industri.
“PLN sedang bertransformasi dari electricity provider menjadi energy solutions partner. Kami tidak hanya menjual kilowatt-jam, tetapi menghadirkan solusi energi yang terintegrasi, dari rumah, jalan raya, atap gedung, hingga kawasan industri,” ujar Rozy.
Melalui forum Green Energy Partnership Summit 2026, PLN mendorong pengembangan ekosistem energi yang terintegrasi agar pelanggan rumah tangga hingga industri dapat mengakses solusi energi sesuai kebutuhan.
Dalam forum tersebut, PLN memperkenalkan empat solusi utama yang dikembangkan bersama mitra strategis. Pertama, Eco Grid Living, yaitu ekosistem hunian full-electric dengan tiga pilihan paket. Eco Cooking ditujukan bagi pelanggan yang ingin menggunakan kompor listrik, Eco Charging mendukung kesiapan infrastruktur kendaraan listrik untuk dipasang Home Charging Services (EV Ready), sedangkan Eco Living menggabungkan kedua fasilitas tersebut.