Untuk memperkuat likuiditas murah, Bank Mandiri memperluas pemanfaatan aplikasi Livin’ by Mandiri. Platform digital ini mencatat penambahan rata-rata 20.000 pengguna baru per hari, dengan kenaikan pengguna aktif sekitar 13 persen YoY per September 2026.
Peningkatan portofolio kredit tersebut berbanding lurus dengan kualitas aset yang kian sehat, di mana rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) membaik dari 1,03 persen menjadi 0,98 persen pada September 2026.
Berdasarkan ekosistem bisnis, kredit pada sektor pemerintahan dan BUMN melesat 23,8 persen YoY menjadi Rp473 triliun dengan rasio NPL terjaga di level 0,15 persen.
Sementara itu, kredit pada ekosistem bisnis penopang ekonomi meningkat 18,5 persen YoY menjadi Rp910 triliun dengan NPL sebesar 0,47 persen.
Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan kredit usaha mikro sebesar 12,9 persen YoY menjadi Rp31,2 triliun yang menjangkau pembiayaan di 37 provinsi.
Menghadapi tingginya ketidakpastian global, Bank Mandiri tetap mencermati risiko ketegangan geopolitik, arah suku bunga global, dan potensi perlambatan ekonomi dunia yang berisiko menekan arus modal, nilai tukar rupiah, serta biaya likuiditas domestik.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.