Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sistem Lama Tak Lagi Memadai, Ini Tantangan Digitalisasi Perusahaan

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |11:23 WIB
Sistem Lama Tak Lagi Memadai, Ini Tantangan Digitalisasi Perusahaan
Perusahaan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan bisnis membuat perusahaan menghadapi tantangan baru dalam mengelola data dan operasional. Sistem teknologi informasi yang sebelumnya memadai kini berisiko tidak mampu mengikuti kompleksitas usaha, terutama ketika aplikasi antardivisi tidak terintegrasi dan proses administrasi masih bergantung pada pekerjaan manual.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban operasional, memperlambat pengambilan keputusan, serta menyulitkan perusahaan memantau kinerja secara menyeluruh. Data yang tersebar di berbagai sistem juga membuat proses analisis menjadi kurang optimal.

Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah penggunaan sistem lama atau legacy system yang telah menjadi bagian penting dari operasional sehari-hari. Perubahan sistem membutuhkan perencanaan matang karena berpotensi mengganggu kegiatan bisnis dan memerlukan investasi yang tidak sedikit.

Di sisi lain, penambahan tenaga administrasi, penggunaan lembar kerja elektronik, dan penerapan aplikasi secara terpisah tidak selalu menyelesaikan persoalan mendasar. Tanpa integrasi yang baik, perusahaan tetap menghadapi risiko duplikasi data, ketidaksesuaian informasi, dan keterlambatan pelaporan.

Seiring perkembangan teknologi, integrasi sistem dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari strategi transformasi digital perusahaan. Teknologi tersebut dapat membantu mengotomatisasi proses kerja, mengolah data, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang lebih terstruktur.

Namun, penerapan AI di lingkungan perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda dari penggunaan AI untuk keperluan umum. Sistem yang digunakan untuk mendukung operasional bisnis perlu memperhatikan keamanan data, pembatasan akses pengguna, konsistensi hasil, serta kesesuaian dengan prosedur kerja perusahaan.

CEO SterlingLabs, Elroy Hardoyo, menilai penerapan AI untuk kebutuhan industri harus mempertimbangkan karakteristik dan alur kerja masing-masing perusahaan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement