Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Realisasi Program 3 Juta Rumah Capai 1,79 Juta Unit, FLPP Salurkan 187 Ribu Rumah

Rohman Wibowo , Jurnalis-Minggu, 25 Oktober 2026 |10:05 WIB
Realisasi Program 3 Juta Rumah Capai 1,79 Juta Unit, FLPP Salurkan 187 Ribu Rumah
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi Program 3 Juta Rumah selama dua tahun.
A
A
A

Sementara itu, penyediaan hunian melalui skema non-APBN didukung oleh anggaran lintas kementerian dan lembaga serta APBD. Dukungan lainnya mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), Kredit Program Perumahan (KPP), pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Dari skema APBN Kementerian PKP, realisasi fisik tercatat sebanyak 62.579 unit pada 2025 dan meningkat menjadi 236.300 unit pada 2026. Sementara itu, realisasi melalui skema non-APBN mencapai 789.831 unit pada 2025 dan 701.371 unit sepanjang 2026.

Dari sisi penyerapan anggaran, realisasi belanja APBN Kementerian PKP per 23 Oktober 2026 mencapai 68,83 persen, di luar alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Jika memperhitungkan alokasi ABT untuk pengadaan hunian tetap (huntap), tingkat penyerapan anggaran tercatat sebesar 58,33 persen.

Pemerintah juga memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau melalui skema pembiayaan bersubsidi. Hingga periode pelaporan terakhir, penyaluran rumah bersubsidi melalui FLPP mencapai 187.259 unit. Sekretaris Jenderal Kementerian PKP mengapresiasi BP Tapera dan perbankan mitra atas kelancaran penyaluran tersebut. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN tercatat sebagai bank penyalur dengan realisasi terbesar.

Sementara itu, penyaluran KPP mencapai Rp28,164 triliun. Dana tersebut terdiri atas dukungan untuk sisi pasokan sebesar Rp9,5 triliun dan sisi permintaan sebesar Rp18,6 triliun. Skema ini bertujuan memperkuat modal kerja pengembang perumahan sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan untuk membangun, membeli, atau merenovasi rumah.

Maruarar mencontohkan peningkatan target Program Bedah Rumah sebagai salah satu indikator peningkatan kinerja sektor perumahan. Pada 2025, target program tersebut sebanyak 45.000 unit, kemudian meningkat menjadi 400.000 unit pada 2026.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement