Kerja sama lintas kementerian tersebut bertujuan menyelaraskan agenda riset, pengembangan talenta, kebutuhan industri, mekanisme pendanaan, dan peluang investasi strategis. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat kemampuan teknologi industri nasional.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan pelaku industri menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan teknologi nasional.
"Penandatanganan kerja sama hanyalah titik awal. Yang terpenting adalah bagaimana kolaborasi ini dapat diwujudkan menjadi implementasi nyata dan memberikan manfaat bagi industri serta masyarakat," ujar Sigit dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Kolaborasi riset juga dikembangkan di sektor kesehatan. Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom.
Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan hasil penelitian menjadi produk kesehatan yang dapat dikomersialkan. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific dalam bidang teknologi ilmu hayati untuk memperkuat kapasitas riset dan industri kesehatan nasional.