Mengapa Akses Transportasi Dorong Penjualan Properti?

Ilustrasi : Okezone
Selasa, 7 Maret 2017 - 21:38 wib Jurnalis - Trio Hamdani

JAKARTA - Properti hunian di daerah perkotaan diakui sudah sangat menipis, bahkan kalau pun ada, harganya sudah terlampau tinggi. Padahal tinggal di dekat kota memiliki kelebihan ketimbang di pinggiran kota.

Seperti dikatakan Country General Manager rumah123.com Ignatius Untung, jika kita bekerja di kota dan tinggal di dekat kota maka waktu yang perlu ditempuh untuk menuju tempat kerja akan lebih cepat.

Namun, ia menyadari saat ini hampir tidak memungkinkan untuk memiliki hunian di dekat kota. Untuk itu, kawasan pinggiran yang didukung dengan akses transportasi saat ini menjadi begitu diincar oleh pencari hunian.

"Kenapa harga apartemen di Jakarta masih tinggi, karena orang sudah belajar punya rumah lebih gede oke, tapi kalau aksesnya lama di jalan, habis di tol mending beli di tengah," katanya di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

"Tapi sekarang tengahnya sudah nggak kebeli jadi nggak apa-apa deh di pinggir yang penting aksesnya transportasi masih gampang dan murah, nggak habisin waktu di macet," lanjutnya.

Ia pun memprediksi perumahan di kawasan Cibubur yang dekat dengan Light Rail Transit (LRT) harganya akan mengalami peningkatan. "LRT itu dari Cibubur sampai Depok sebagaimana efektif harganya pasti tinggi. Penjualannya bagus saja," jelasnya.

Dia menambahkan, hal itu terjadi lantaran sudah tidak memungkinkannya memiliki hunian di perkotaan sehingga sebagai gantinya konsumen akan mencari hunian yang dekat dengan akses transportasi. (rai)