Foto: Corbis.
JAKARTA - Anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Adaro Indonesia mendapat pinjaman sindikasi sebesar USD500 juta dari beberapa bank asing dan nasional yang difasilitasi oleh DBS Bank Ltd.
"Pinjaman tersebut akan jatuh tempo dalam 60 bulan seteleh perjanjian pinjaman ditandatangani. Sedangkan tingkat suku bunga mengacu pada LIBOR plus applicable margin," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan ADRO Andre J Mamuaya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/10/2009).
Perseroan juga mengungkapkan pihaknya telah menandatangani perjanjian amortising revolving credit facility pada 2 Oktober 2009.
Bank-bank yang memberikan fasilitas tersebut, yakni Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, DBS Bank Ltd., Sumitomo Misui banking Corporation, BNP Paribas, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. cabang Singapura, United Overseas Bank Limited, China Trust Commercial Bank Co Ltd cabang Singapura, PT ANZ Panin Bank Tbk, PT Bank Mandiri Tbk cabang Singapura, Standard Chartered Bank dan, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited.
Rencananya, perseroan bakal menggunakan dana pinjaman tersebut untuk kebutuhan belanja modal, nasionalisasi kapal pengangkut batubara berbendera asing, dan untuk pembiayaan kebutuhan jangka panjang.
Sehubungan dengan rencana tersebut, anak usaha perseroan bernama PT Alam Tri Abadi akan melakukan akuisisi secara tidak langsung 100 persen saham perusahaan pelayaran nasional, PT Maritim Barito Perkasa dengan nilai transaksi sebesar Rp250 juta.
"Orchard Maritime Logistics Pte Ltd yang merupakan anak usaha kami yang didirikan di Singapura, akan mengalihkan sebagian besar aset-asetnya yang dimilikinya kepada Maritim Barito Perkasa," tukasnya. (rhs)