o1 o2

Economy - Fiskal & Moneter


Dana Asing Dilarang Parkir di SBI

Selasa, 10 November 2009 - 06:55 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Koran SI

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta melarang investor asing melakukan transaksi di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pasalnya, jika investor asing menarik dananya dari SBI, dikhawatirkan akan memengaruhi nilai tukar rupiah.

"Dananya juga tidak dapat digunakan apa-apa, sementara BI harus tetap membayar bunga per bulannya. Sewaktu-waktu asing menarik dana di SBI, nilai tukar rupiah bakal anjlok," jelas Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara di Jakarta baru-baru ini. Mirza menjelaskan, porsi SBI yang dimiliki asing terus meningkat, hal ini disebabkan level BI Rate saat ini masih menarik dibandingkan dengan suku bunga bank sentral lain.

Untuk itu, agar SBI tidak digunakan untuk menampung kelebihan likuiditas global, sebaiknya BI memikirkan strategi untuk membatasi penempatan asing di SBI. Berdasarkan data dari BI, per Agustus 2009 dana asing yang diparkir di SBI mencapai Rp48 triliun atau naik 37,1 persen dari posisi Agustus 2008 sekitar Rp35 triliun. Sedangkan posisi saldo SBI per September 2009 mencapai Rp243 triliun.

Menurut Mirza, pengaruh SBI terhadap nilai tukar rupiah karena SBI merupakan investasi jangka pendek,sehingga pergerakan dana asing di SBI atau instrumen investasi lain akan bersifat volatile (naik turun).."Hal ini dikhawatirkan bisa membuat rupiah melemah, jika investor asing secara besar-besar menarik dananya,"ungkap dia.

Ekonom PT Bank Danomon Tbk Anton Hendranata Gunawan mengatakan, BI harus hati-hati dalam menerapkan dan memantau kebijakan moneternya. Sebab, kelengahan akan berakibat fatal dalam memengaruhi perekonomian Indonesia yang sudah membaik ini."Jangan sampai laju perekonomian kembali terpuruk karena hanya salah mengelola dana "panas" yang datang dari luar," katanya.  (Didik Purwanto/Koran SI/css)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4