Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) menargetkan produksi dan penjualan logam timah sekira 60 ribu metrik ton (MT) per tahun dalam lima tahun mendatang (2010-2015). Hal tersebut disesuaikan dengan kapasitas peleburan/pemurnian dan situasi pasar timah internasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Timah Wachid Usman saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.
Untuk mencapai target produksi dan penjualan tersebut, maka perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi tambang laut dengan membangun kapal sendiri maupun menyewa kapal dari mitra usaha.
Pembangunan kapal isap produksi atau KIP sejak 2008 hingga akhir 2009 telah selesai 10 unit dan pada 2010 akan dibangun lima unit KIP. "Sementara penggunaan KIP yang disewa dari mitra usaha sebanyak 35 unit," tambahnya.
Pada tahun ini juga direncanakan pembangunan dua unit kapal jenis Bucket Wheel Dredge (BWD) yang berkapasitas lebih besar dan mampu menggali bijih timah sampai dengan kedalaman 60 meter.
"Pembangunan kapal jenis KIP maupun BWD akan dilanjutkan untuk menggantikan secara bertahap sembilan unit kapal keruk (kapal jenis bucket line dredge) yang beroperasi lebih 30 tahun," jelasnya.
Selain itu, Timah juga akan meningkatkan teknologi pengolahan mineral terutama untuk mengolah bijih timah halus, sehingga pemulihan pengolahan mineral meningkat dari 80 persen menjadi 95 persen.
"Di samping itu sedang dipelajari teknologi peleburan/pemurnian untuk melogamkan bijih timah kadar rendah," pungkasnya.
(ade)