Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aviliani: Rapat Diboikot, Sri Mulyani Tak Akan Kucuri Uang

Insaf Albert Tarigan , Jurnalis-Rabu, 10 Maret 2010 |17:28 WIB
Aviliani: Rapat Diboikot, Sri Mulyani Tak Akan Kucuri Uang
Pengamat Ekonomi Aviliani. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Pengamat Ekonomi Aviliani berharap anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR tidak memboikot rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jika itu dilakukan, berarti DPR tidak dewasa dan tidak bijak berpolitik. Terlebih lagi, mereka berarti lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan rakyat.

"Karena jika diboikot, maka Sri Mulyani tidak akan berani mengeluarkan uang karena APBN belum disetujui," katanya, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Akibatnya, sambung dia, rakyat menderita karena pembangunan ekonomi mandek. Sebab, daerah-daerah tidak mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin. Menurut dia, DPR tidak boleh memboikot rapat dengan menteri keuangan dengan alasan tidak percaya. "Mosi tidak percaya tidak dikenal dalam sistem presidensial," katanya.

Lagipula, demikian Lukman, Sri Mulyani, dalam tugasnya sebagai mitra DPR adalah perwakilan presiden. Artinya, jika DPR memboikot, sama artinya menyatakan tidak percaya kepada presiden.

"Jangan sampai proses politik Bank Century mengganggu kemitraan pemerintah dan DPR serta menimbulkan komplikasi politik yang tidak perlu. Persoalan Bank Century sudah selesai dengan rekomendasi DPR. Sekarang masuk proses hukum," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement