Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2014, Jalur Kereta Api Mulai Dibangun di JSS

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Kamis, 17 Juni 2010 |11:37 WIB
2014, Jalur Kereta Api Mulai Dibangun di JSS
ilustrasi Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Pembangunan jaringan kereta api yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera baru akan terwujud setelah jembatan selat Sunda resmi berdiri.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan rencananya untuk ground breaking pembangunan jalur kereta api tersebut baru akan terlaksana paling cepat pada 2014.

”Jembatannya dulu lah, baru nanti ada rel KA supaya efisien tidak hanya jembatan saja untuk mobil, tapi ada rel KA. Ini tadi disepakati kita akan ground breaking secepatnya. Paling lambat 2014, itu sudah optimis,” ujarnya usai Rapat Koordinasi tentang Pembangunan Jembatan Selat Sunda, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (17/6/2010).

Selain akan membangun jaringan kereta api, nantinya kawasan di kaki jembatan selat sunda dan daerah sekitarnya akan dibangun kawasan bisnis yang jauh lebih besar dari jembatan Suramadu.

”Enggak cuma di kakinya (dibangun pusat bisnia) tapi juga di wilayah sekitarnya. Konsepnya lebih besar lagi (dari Suramadu). Pengembangan wilayah memang harus dilakukan, sebab kalau membangun jembatan saja, itu pasti sulit pemerintah untuk membayar sebab itu terlalu mahal jembatan itu. Jadi jembatan itu terlalu mahal unuk dikembangkan sebagai jembatan saja. Jadi kalau kita membangun jembatan maka kawasan di sekitarnya harus dikembangkan juga supaya ada cross subsidi dari hasil pengembangan wilayah untuk membangun jembatan itu,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jumlah investasi yang dibutuhkan dia masih belum bisa menyebutkab besaran pastinya namun diperkirakan ada di kisaran USD150 miliar.

Dia pun berharap agar nantinya perusahaan nasional dapat menjadi lead contractor pembangunan JSS tersebut dengan menggandeng pihak asing sebagai partner. “Ada (pihak asing yang tertarik), tapi lead contractor-nya harus dari Indonesia,” tandasnya.(adn)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement