JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Persero) menargetkan perolehan pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/GWP) untuk tahun ini sebanyak Rp1 triliun.
"GWP perseroan saat ini dari awal tahun sampai dengan Mei 2010 sebesar Rp700 miliar," ujar Direktur utama Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, Rosa Ch Ginting, kepada wartawan di Hotel Kempinski, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010) malam.
Menurutnya, untuk mencapai target GWP yang telah ditetapkan awal tahun sebesar Rp1 triliun, berarti perseroan akan menggenjot GWP-nya sebesar Rp250 miliar lagi sampai dengan Desember 2010.
"Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan jika dibandingkan perolehan pada tahun lalu yang dimulai dari April sampai dengan Desember 2009 sebesar Rp290 miliar," tambahnya.
Dirinya optimistis target tersebut akan tercapai hal ini karena menurutnya produk yang ditawarkan perseroan tergolong produk yang unik.
"Strategi kita unik karena memenuhi kebutuhan medis. Pangsa pasar kita golongan non-Askes artinya menengah ke atas. Sampai dengan saat ini, cara pemasaran produk kami ada tiga jenis, memasarkan sendiri, melalui agen, dan bekerja sama dengan broker," tukasnya.
Menurutnya, perseroan juga memiliki rencana untuk merambah dunia asuransi syariah. Tetapi dalam jangka dua sampai tiga tahun ke depan. Karena saat ini target pasar perseroan adalah asuransi premi.
"Saat ini, market share kita sudah lumayan besar jika dibandingkan asuransi lain yang sejenis. Mungkin boleh dibilang kita menguasai pasar asuransi kesehatan sekitar 25 persen," tuturnya.
Saat ini, lanjutnya, jumlah nasabah yang dimiliki perseroan sebanyak satu juta jiwa, untuk sekira 1.600 perusahaan, di mana 20 di antaranya adalah BUMN.
Akan tetapi dalam pemasaran, bukan berarti tidak ditemui kendala. Menurutnya, kendala yang dilamai setiap asuransi kesehatan adalah menumbuhkan pemahaman kepada konsumen tentang pentingnya asuransi kesehatan.
"Kita harus sering menjelaskan kepada calon nasabah apa risikonya jika sakit? Atau jika memakai asuransi model yang lain serta keunggulan produk kita sehingga calon nasabah mengerti perbedaannya," pungkasnya.
Sekadar informasi, Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia baru berdiri sendiri pada awal April 2009. Dahulu asuransi ini tergabung dalam Askes. Dengan modal awal Rp300 miliar, asuransi ini berdiri untuk menjangkau pasar di luar Askes. Strategi program yang dibuat mengikuti program yang telah dijalankan.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.