Getting time...

LPS: Aset Bank Mutiara Harus Rp6,7 Triliun!

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Jum'at, 30 Juli 2010 18:07 wib
Bank Mutiara. Foto: Koran SI
Bank Mutiara. Foto: Koran SI
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengakui sampai saat ini belum ada investor yang secara resmi mengajukan tawaran untuk membeli aset Bank Mutiara baik di harga Rp6,7 triliun maupun di bawah Rp6,7 triliun.

"Memang banyak peminatnya, tetapi tidak dalam pengertian official dan melakukan penawaran resmi," ujar Anggota Dewan Komisioner LPS Heru Budiarjo kepada wartawan di Gedung Djuanda 1, Kementerian Perekonomian Jakarta, Jumat (30/7/2010).

Sepinya tawaran terhadap bank yang dulu bernama Bank Century ini karena banyak yang mengetahui net asset value dari Bank Mutiara masih Rp1 triliun. Sedangkan harga yang dijual oleh pemerintah minimal Rp6,7 triliun sesuai dengan dana talangan penyehatan bank tersebut.

"Kita (Bank Mutiara) punya modal awal Rp600 miliar, lalu dapat profit Rp250 miliar sehingga net asset value kita baru Rp850 miliar. Tidak ada investor yang mau membeli sebesar Rp6,7 triliun, masih jauh. Secara logic tidak ada yang mau," tegasnya.

Menurutnya, butuh waktu untuk menyehatkan dan menaikkan net asset value dari Bank Mutiara. "Dengan profit yang baik, maka net asset value akan membaik. Itu kita punya simulasi tapi belum bisa didiskusikan," tuturnya.

Dirinya optimistis dalam lima tahun ke depan dapat meningkatkan net profit value Bank Mutiara menjadi Rp6,7 triliun. "Memang tergantung situasi market nanti. Dan kita upayakan sedemikian rupa, di samping financial resources dan profitabilitas yang bagus," tukasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana brand image ini akan dimulai dari mana? "Dan bagaimana cabang dapat berfungsi? Lalu bagaimana service customer-nya? praktek good corporate governance-nya? Risk manajemen yang seperti apa? Bagaimana bersama-sama dapat meningkatkan risk value-nya?" ucapnya.

Dia menambahkan, dalam lima tahun ke depan harus dapat terjual Rp6,7 triliun. Setelah itu, dapat dijual dengan harga tertinggi. Sayangnya, dirinya enggan mengungkapkan berapa prediksi harga penjualan pemerintah setelah lebih dari lima tahun ke depan. "Prediksi ada, tetapi kita tidak bisa umumkan," tegasnya. (ade)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit