JAKARTA - Proses pembangunan bandara medan baru di Kuala Namu saat ini sudah mendekati 57,5 persen. Diharapkan pembangunan bandara ini dapat selesai pada tahun 2012 mendatang.
Menteri Perhubungan Freddy Numbery menyatakan bahwa saat ini ada kondisi tertentu yang dianggap menjadi hambatan maka terdapat sedikit perubahan dalam proses pembangunan.
“Dalam tahapan ini ada perencanaan yang pasti, karena ada sedikit kesalahan teknis, makanya ada perubahan”, ungkapnya sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (23/8/2010).
Menurutnya, salah satu yang menjadi penghambat pembangunan bandara baru tersebut adalah tanah gembur di wilayah pembangunan runway. Jika dilihat bahwa tanah di wilayah tersebut adalah tanah gembur sehingga rangkaian pembangunan mengalami perubahan teknis.
Dengan adanya perubahan tersebut mana dana pembangunan Kuala Namu pun membengkak dari yang awalnya Rp2 triliun menjadi Rp3,3 triliun. Penambahan tersebut dikarenakan adanya permasalahan pembangunan runway. Menurut Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S Gumay menyatakan terdapat dana tambahan sekira Rp1,3 triliun dari pagu pertama sekira Rp2 triliun. “Dengan demikian dana yang ada sekarang sekira Rp3,3 triliun,” jelasnya.
Saat ini Kementerian Perhubungan telah meminta perusahaan pelaksana pembangunan untuk mengevaluasi ulang proses pembangunan runway tersebut, karena kita tidak mungkin memiliki runway di bandara dengan kondisi demikian. Bahkan Menhub menegaskan jika pelaksana tidak mampu membuat landasan yang baik maka pelaksana harus membayar ganti rugi. Selain itu dengan adanya masalah teknis yang membutuhkan waktu, sehingga diperlukan kesabaran,
“Kalau Anda tidak bisa bikin dengan baik, Anda harus ganti rugi. Tapi kita yakin bahwa itu akan sesuai dengan jadwal yang kita tentukan”, tegasnya.(adn)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.