DEPOK - Rencana Pemerintah Kota Depok untuk membangun tol Cinere Jagorawi (Cijago) tak lama lagi segera terealisasi. Pembayaran pembebasan lahan seksi dua tol Cijago kembali dilakukan yakni sebanyak 100 bidang tanah dibebaskan dengan nilai Rp52,77 miliar.
Seratus bidang seluas 1,89 hektare (ha) itu meliputi Kelurahan Kemirimuka sebanyak 58 bidang, Kelurahan Cisalak delapan bidang, dan Kelurahan Bhaktijaya berjumlah 34 lahan warga.
Ny Maman warga RT07/03, Kemirimuka, Depok mengatakan, dia bersedia membebaskan lahannya seluas 200 meter persegi dan rumahnya demi pembangunan Depok. Dengan dibangunnya Tol Cijago, kata Maman, diharapkan kemacetan di Jalan Margonda Raya dapat terpecahkan.
"Saya lahir dan besar di Depok. Anak-anak saya juga lahir di sini. Awalnya kami menolak karena ini tanah kelahiran kami. Tapi demi mendukung program pemerintah maka kami rela dibebaskan," tuturnya kepada wartawan, di Depok, Rabu (25/8/2010).
Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Sugandi menyatakan bahwa banyaknya warga yang bersedia membebaskan lahan karena mereka menyadari pentingnya mendukung program pemerintah atas kebutuhan tol bagi Depok.
Sementara itu, terkait 16 bidang di seksi satu Tol Cijago yang belum dibebaskan akan dilakukan konsinyasi atau pembayaran uang yang dititipkan lewat pengadilan.
"Bagi warga yang ingin dibebaskan lahannya diharapkan segera ke Sekretariat P2T di Kantor BPN Depok, ini langkah terakhir yang kami tempuh. Biarkan pengadilan yang menentukan dalam pembayaran pembebasan lahan itu," tandas Sugandi.
Tol Cinere-Jagorawi dibagi menjadi tiga seksi, yakni seksi 1 yang menghubungkan tol Jagorawi-Jalan Raya Bogor (3,7 km), seksi 2 Jalan Raya Bogor-Kukusan (5,5 km), seksi 3 Kukusan-Limo, Cinere (5,5 km).
Sementara tol Cinere-Jagorawi sendiri merupakan salah satu segmen dari JORR2 yang meliputi Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Serpong-Cinere, Cinere-Jagorawi, dan Cimanggis-Cibitung.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.