Getting time...

BEI Nantikan Dirut Katarina Beri Penjelasan

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Rabu, 15 September 2010 14:25 wib
Logo BEI. Foto: Widi Agustian-Okezone.com
Logo BEI. Foto: Widi Agustian-Okezone.com
JAKARTA - Kendati Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memanggil direksi PT Katarina Utama Tbk (RINA) terkait dengan penyelewengan dana initial public offering (IPO) dan manipulasi laporan keuangan, tapi tampaknya otoritas bursa tersebut belum puas dengan apa yang disampaikan direksi RINA tersebut.

"Kita cuma ketemu dengan satu direkturnya yang merangkap corsec, tapi banyak hal yang kelihatannya belum bisa dijawab secara tuntas," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito di kantornya, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Dia menjelaskan, panggilan atas Katarina tersebut dilakukan beberapa saat sebelum Lebaran kemarin, tapi sayangnya Dirutnya tidak hadir. Padahal menurut keterangan-keterangan itu Dirutnya memegang kendali paling besar terhadap keputusan.

"Dirutnya sendiri kan berdasarkan keterangan mereka sedang berada di luar negeri selama satu bulan terakhir ini. Kita tetap mengharapkan Dirutnya segera dia hadir di Indonesia, kita berharap mereka ketemu kita," bebernya.

Bursa, lanjutnya juga meminta ada permintaan penjelasan juga dari data-data yang diterima pihaknya. "Kita ada konfirmasi ke mereka juga. Kita juga minta data-data pendukung jika seandainya itu dugaan-dugaan yang kita dengar dari forum komunikasi karyawan itu benar. Kita minta beberapa supporting. Kalau memang tidak benar, ya buktikan dong kepada kami," tegasnya.

Nantinya, jika terbukti benar terjadi pelanggaran aturan, maka bursa akan sampaikan ke Bapepam untuk diproses secara hukum. “Underwriter-nya memang dari Optima Securities tapi sejauh ini dari keterangan mereka sih kita belum mendengar apa-apa. Justeru kita lagi coba dalami," ungkap dia.

Dia berharap agar direksi Katarina memberikan penjelasan yang tuntas. "Buktikan dong ke kita. Karena kita belum mendapat suatu statement yang bisa memuaskan kita. Ultimatum tidak bisa kita lakukan, yang bisa kita lakukan suspensi tapi sahamnya nmenjadi tidak bernilai. Mereka mau jual ke mana?" tukasnya. (wdi)
TWITTER »
twit