Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Trimegah Diperiksa karena Tak Punya Izin DMA"

Rheza Andhika Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 15 Oktober 2010 |16:33 WIB
Foto: Tangguh Putra/okezone.com
A
A
A

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan perihal alasan pemeriksaan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) terkait order saham dengan sistem Direct Market Access (DMA) berbasis algoritma.

Menurut BEI, pemeriksaan tersebut dilakukan BEI karena TRIM belum mendapatkan izin untuk menggunakan teknologi order saham tersebut tetapi sudah menggunakannya tanpa sepengetahuan BEI.

"Dia (TRIM) tidak permisi dulu ke kita (BEI), sedangkan perusahaan sekuritas yang lain (yang sudah menggunakan sistem algoritma) sudah izin dan sudah mempresentasikannya ke kita. Makanya kita minta mereka mempresentasikan sistem tersebut," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) Wan Wei Yiong kepada wartawan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (15/10/2010).

Menurutnya, saat ini ada beberapa perusahaan yang sudah memakai sistem algoritma tersebut. Perusahaan tersebut adalah Credit Suisse, Mcquarie, dan BNP Paribas.

"Ketiga perusahaan tersebut sudah presentasi ke kita sebelumnya. Dan sudah kita seleksi, hasilnya oke. Sedangkan untuk Trimegah kita tidak tahu mereka pake sistem algoritma yang seperti apa. Padahal seharusnya mereka datang ke kita dulu karena kita punya teknik algoritma yang tidak diperbolehkan," tegasnya.

Sayangnya, Yiong enggan mengatakan klasifikasinya. "Ini sangat tekhnis, susah saya menjelaskannya. Karena kan sistem algoritma sendiri banyak macam-macam tekhniknya," pungkasnya.

Sekadar informasi, DMA adalah sistem order yang dilakukan menggunakan jalur khusus bukan jalur umum yang biasa digunakan oleh para investor dengan berbasis algoritma. Dengan sistem ini, maka investor bisa dengan cepat membuat order.

Seperti diketahui, TRIM dikenai sanksi tertulis akibat DMA yang dimilikinya. Dalam pertemuan dengan manajemen TRIM kemarin, terungkap jika nasabah luar negeri TRIM ini melakukan order saham hingga 18 ribu kali.

Namun, saham yang diorder secara bertahap itu juga dibatalkan secara bertahap sehingga terjadi penyampaian order dengan pola yang tidak wajar yang dapat diindikasikan sebagai upaya untuk mempengaruhi pasar dan manipulasi transaksi (quote stuffing).

Praktik quote stuffing merupakan perangkat yang didesain untuk membuat sistem kuotasi menjadi overload. Praktik ini diduga terjadi pada perdagangan 6 Mei lalu di pasar saham Dow Jones Amerika Serikat yang membuat indeks drop dramatis hingga sembilan persen dan kemudian secara cepat kembali pulih.

Regulator pasar modal Amerika Serikat (AS), Securities Exchange Commission (SEC) saat itu kemudian menyelidiki praktik aksi borong dan pembatalan pembelian saham dalam skala besar. Regulator ingin memastikan apakah ada unsur kecurangan yang dilakukan oleh pelaku pasar yang melakukan praktik tersebut.

Mengantisipasi hal tersebut terjadi di kemudian hari, SEC kemudian memperkenalkan program pengendali yang langsung menghentikan perdagangan jika salah satu saham jatuh dalam. Sehingga program pengendali tersebut akan langsung menghentikan perdagangan selama lima menit jika jatuh lebih dari 10 persen dalam lima menit, bisa dikembangkan lagi.

Selanjutnya SEC kemudian mengambil langkah untuk mereview prosedur batas atas dan batas bawah yang akan secara langsung membatasi perdagangan dengan parameter tertentu, yang memungkinkan perdagangan bisa terus berlangsung dengan parameter tersebut.

Istilah quote stuffing diperkenalkan oleh Nanex LLC, pengembang database perdagangan yang mengeluarkan kajian yang menduga sistem algoritma trading menjadi penyebab terjadinya kisruh pada 6 Mei. Studi tersebut menyebutkan perdagangan kecepatan tinggi telah membuat transaksi membanjir di lantai bursa dan ini bisa mengalihkan perhatian perusahaan yang menjadi lawan transaksi.

Investor bisa seolah-olah sudah melakukan perintah perdagangan yang sah, padahal mereka hanya ingin melihat apakah harga pasar akan bergerak melawan arah, kemudian perintah tersebut dibatalkan, ini bisa terjadi dalam hitungan detik.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement