Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Oktober, Surplus Perdagangan USD2,07 Miliar

Andina Meryani , Jurnalis-Rabu, 01 Desember 2010 |12:49 WIB
Oktober, Surplus Perdagangan USD2,07 Miliar
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober 2010 berhasil mencatatkan surplus sebesar USD2,07 miliar. Surplus tersebut tercapai karena nilai ekspor bulan Oktober yang sebesar USD14,22 miliar sementara impor tercatat sebesar USD12,15 miliar.

Angka impor sendiri mengalami kenaikan sebesar 28,8 persen yoy dibanding Oktober 2009 yang sebesar USD9,43 miliar atau naik 25,81 persen dibanding bulan September 2010 yang sebesar USD9,65 miliar.

"Meskipun impor juga mencetak rekor dengan menembus USD12,15 miliar, namun kita masih mencetak surplus sebesar USD2,07 miliar di bulan Oktober," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/12/2010).

Untuk impor, impor non migas Oktober mencapai USD9,76 miliar, sedangkan untuk impor nonmigas selama Januari-Oktober 2010 mencapai USD87,71 milia atau naik 39,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2009 lalu.

Impor non migas didominasi dari golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai USD1,92 miliar. Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Oktober 2010 mencapai USD16,32 miliar atau meningkat 36,62 persen dibanding periode tahun lalu.

Negara pengimpor non migas terbesar Januari-Oktober 2010 masih dipegang China USD15,91 miliar dengan share 18,14 persen, diikuti Jepang USD13,82 miliar (15,76 persen), dan Singapura sebesar USD8,27 miliar (9,43 persen).

Adapun surplus perdagangan sepanjang Januari - Oktober mencapai USD15,6 miliar, dimana total ekspor tercatat USD125,13 miliar dan total impor sebesar USD109,54 miliar.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement