Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daya Serap Anggaran Papua Tertinggi di Indonesia

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 06 Desember 2010 |15:31 WIB
Daya Serap Anggaran Papua Tertinggi di Indonesia
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Papua dinyatakan telah menyerap dana anggaran tertinggi di Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam laporan rapat evaluasi otonomi khusus (otsus) dengan DPR.

"Papua mencapai daya serap anggaran tertinggi di seluruh Indonesia, tapi dari sisi pengamatan keuangan Wajar dengan Pengecualian (WDP) tiap tahun," ungkap Gubernur Papua Barnabas Suebu, saat laporan rapat evaluasi otsus Papua dengan DPR, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2010).

Dalam lima tahun terakhir, daya serap anggaran di Papua kerap naik turun. Pada 2006, penyerapan anggaran Papua tercatat sebesar 83,81 persen, tahun 2007 penyerapan sebesar 92,41 persen, 2008 penyerapan sebesar 92,45 persen.

Sementara pada 2009 penyerapan anggaran sebesar 82,94 persen. Serta pada 2010 hingga semester satu ini mencapai lebih dari 70 persen dan masih akan terus bertambah.

Beliau juga menegaskan jika Papua saat ini masih ketergantungan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Saat ini pendapatan 95 persen dari APBN dan lima persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.

Dalam visinya, diharapkan pada 10 tahun mendatang, PAD Papua dapat mencapai Rp10 triliun. Sampai saat ini, PAD Papua belum mencapai Rp500 miliar.

"Saat ini Papua sedang membangun hydro power (oleh perusahaan listrik Papua) dan mau dibeli Freeport. Sehingga diharapkan menembus Rp10 triliun sebelum 2021. Sehingga Papua dapat mencapai apa yang disebut kemandirian fiskal untuk dirinya sendiri," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement