Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Defisit APBN Tembus Rp180,4 Triliun pada Mei 2026

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |14:58 WIB
Defisit APBN Tembus Rp180,4 Triliun pada Mei 2026
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan soal realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 per 31 Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara dengan 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya menegaskan bahwa kinerja keuangan negara sepanjang lima bulan pertama tahun ini terus menunjukkan tren positif dan berada dalam koridor yang amat sangat aman.

“Paling penting lagi apa? surplusnya berapa? sampai dengan Mei defisitnya 0,7 persen, lima bulan pertama tahun ini 0,7. jadi kalau kita pake cara menghitung ekonom yang diluar itu, yang bukan diluar negeri ya, dalam negeri, pemerintah, yang ditiktok itu segala macem itu dikali aja kan. yaudah kalo saya cari yang sama 12 per 7 kali 0,7 jadi dapetnya 1,8. jadi kalo liat dari situ apbn kita amat sangat aman,” papar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026)

menjelaskan, jika angka defisit selama lima bulan ini disetahunkan menggunakan kalkulasi linier kasar, maka estimasi total defisit hingga akhir tahun hanya akan berada di kisaran 1,8 persen terhadap PDB. Nilai tersebut masih jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan undang-undang.

Kabar baik lainnya tecermin dari posisi Keseimbangan Primer yang kembali menorehkan catatan positif. Berdasarkan rincian tabel pada image.png, Keseimbangan Primer berhasil mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, berbalik dari target awal APBN yang memproyeksikan defisit Rp89,7 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa kesinambungan fiskal Indonesia semakin kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement