JAKARTA - Standard Chartered mengalami penurunan laba tahun berjalan sebesar 0,8 persen menjadi Rp79,68 miliar dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp80,32 miliar.
Penurunan tersebut salah satunya diakibatkan oleh jumlah kewajiban kepada bank lain yang harus dibayarkan mengalami peningkatan, dimana tahun lalu sebesar Rp1,7 triliun, menjadi Rp2,7 triliun per 31 Desember 2010.
Sementara total aset Standard Chartered Bank pada per 31 Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 2,2 persen menjadi Rp39,73 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal tersebut seperti yang diungkap dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta Sabtu (30/4/2011).
"Total aset per 31 Desemeber sebesar Rp39,73 triliun, meningkta sebsar 2,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp38,82 triliun," ungkap laporan tersebut.
Sementara itu, untuk Nonperforming Loan (NPL) atau jumlah kredit macet per 31 Desember juga mengalami penurunan dari yang sebelumnya 2,18 persen menjadi 0,68 persen.
Lebih lanjut, dalam laporan keuangan tersebut juga dijelaskan jika loan to deposit ratio (LDR)juga mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 84,27 persen menajdi 101,76 persen.
Untuk Biaya Operasional terhadap Pendapat Operasional (BOPO) per 31 Desember 2010 juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya menjadi 88,66 persen.
"BOPO tahun sebelumnya sebesar 77,89 persen meningkat menjadi 88,66 persen pada tahun 2010," terangnya.
Terakhir, untuk Return of Asset (ROA) dan Return of Equity (ROE) mengalami penurunan untuk periode per 31 Desember 2010 masing-masing 1,49 persen dan 10,52 persen dibanding tahun sebelumnya yang 2,14 persen dan 16,92 persen.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.