Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seksi II Tol Cinere-Jagorawi Fokus pada Pembebasan Lahan

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Kamis, 19 Mei 2011 |08:30 WIB
Seksi II Tol Cinere-Jagorawi Fokus pada Pembebasan Lahan
Ilustrasi: Jalan Tol
A
A
A

DEPOK - Tak lama lagi, Depok segera memiliki jalan tol dari Cinere hingga Jagorawi (Jagorawi). Tol tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat ibukota Jakarta untuk menghindari kemacetan.

Pembangunan tol Cijago dibagi berdasarkan tiga tahap yakni seksi I, seksi II, dan seksi III. Untuk seksi I saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian dan tinggal menunggu peresmian sekira bulan Juli mendatang. Sementara saat ini pembangunan tol Cijago difokuskan pada pembebasan lahan seksi II.

Sebanyak 33 bidang tanah di wilayah Kemirimuka, Beji, Depok yang masuk pembebasan lahan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II dibayar oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Balai Kota Depok. Pembayaran tanah seluas 0,68 hektar senilai Rp28,5 miliar itu menandakan bidang tanah yang telah dibebaskan hingga saat ini mencapai 561 bidang dari total 1.148 bidang tanah.

"Dananya sudah ada makanya dilakukan pembayaran. Nilai harga tanah disesuaikan dengan nilai jual obyek pajak (NJOP)," kata Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Sugandhi di Depok.

Anggota Panitia Pengadaan Tanah (P2T), Teo Da Silva menjelaskan, selain 33 bidang itu ada satu bidang yang dibayarkan terpisah. Pembayaran terpisah itu karena luas bidang tanahnya mencapai 1,4 hektar. Dengan luas tanah itu maka nilainya pun akan besar.

"SK Pencairan dana untuk 33 bidang itu pada Kamis pekan lalu. Sekarang ada peraturan baru pembayaran tol untuk satu orang tidak boleh lebih dari Rp 30 miliar, makanya dia dibayarkan terpisah," ujar Teo.

Teo menambahkan pihaknya juga telah mengirimkan berkas 160 bidang tanah di seksi II ke Kementerian PU untuk dibayarkan. Jumlah bidang tanah itu terdiri dari 66 bidang di Cisalak, 55 bidang Baktijaya, dan 39 di Kemirimuka. Kemudian juga 267 bidang dalam proses pemberkasan.

"Pembayaran itu kan tergantung Pemerintah Pusat. Kalau dananya sedia setiap saat pasti langsung dibayarkan. 160 berkas itu dikirim agar TPT membuat SP2D untuk pencairan dana," paparnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement