Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melemah, Rupiah Masih Buntuti Mata Uang Regional

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2011 |07:44 WIB
Melemah, Rupiah Masih Buntuti Mata Uang Regional
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) masih menaungi pasar keuangan pada perdagangan kali ini. Sehingga diprediksikan rupiah masih belum akan unjuk gigi.

Salah satu sentimen eksternal yang menaungi pergerakan nilai tukar rupiah dalam perdagangan kali ini yaitu persoalan kepemimpinan IMF yang belum jelas sampai saat ini, sehingga hal ini menghantui pada pasar finansial.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Pelaksana (Managing Director) IMF Dominique Strauss-Kahn ditahan pihak kepolisian setempat untuk ditanyai perihal dugaan kekerasan seksual yang dilakukannya di New York City.

Menurut pejabat setempat, Strauss-Kahn, yang diperkirakan akan menjadi calon presiden Prancis pada 2012, ditangkap pada menit sebelum keberangkatan penerbangan Air France yang dijadwalkan dari bandara John F Kennedy International Airport.

"Pada perdagangan kali ini rupiah diprediksikan akan melemah tipis mengikuti pergerakan mata uang regional di kisaran Rp8.580-Rp8.560 per USD," ungkap analis valas, David Sumual kala dihubungi okezone, Kamis (26/5/2011),

Selain itu investor juga sedang mencermati pengumuman yang akan diumumkan oleh pemerntah mengenai budget defisit untuk menambal subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan akan naik dari 1,8 persen menjadi dua persen.

Seperti diketahui, Tekanan atas nilai euro tampak membuat dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Alhasil, nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan kemarin. Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Rabu 25 Mei melemah ke Rp8.584 per USD dibandingkan periode perdagangan sebelumnya yang ada di Rp8.568 per USD.

Sementara menurut yahoofinance, rupiah ada di posisi Rp8.607 per USD dengan kisaran perdagangan di Rp8.582-Rp8.617 per USD. Tak hanya rupiah, mata uang utama dunia juga terpantau melemah terhadap dolar AS ini. Euro melemah ke 1,4059 per USD, yen juga melemah ke 82,065 per USD dan pounds melemah ke 1,6159 per USD.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement