Tutup Kerugian, INAF Berencana Kuasi Reorganisasi

Kamis, 9 Juni 2011 17:33 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) berencana melakukan kuasi reorganisasi pada kuartal III tahun ini. Hal itu dimaksudkan untuk menyehatkan laporan keuangan perseroan, sekaligus dapat membagikan dividen.

Direktur Utama INAF Djakfarudin Junus berharap, kuasi reorganisasi tersebut bisa dilaksanakan pada September tahun ini agar kerugian kumulatif perseroan sejak 2002 hilang, sehingga dapat memperkuat fundamental perusahaan.

"Dengan kuasi reorganisasi, akumulasi kerugian sejak 2002 bisa tertutup," kata dia di Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Kerugian sejak 2002 sebesar Rp160 miliar, namun jumlah itu terus berkurang dan saat ini tersisa Rp73 miliar. Menurut dia, selain dapat meningkatkan kinerja perseroan, juga dapat menguatkan fundamental perusahaan.

Jika kuasi reorganisasi bisa dilakukan pada kuartal tiga tahun ini, maka perseroan bisa membagikan dividen pada tahun depan lantaran kuasi reorganisasi bisa menghilangkan cumulative lost, sehingga membuat laporan keuangan menjadi lebih baik.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja perseroan dan mengembangkan bisnis perusahaan, INAF melakukan penataan ulang portofolio produksi obat melalui pembentukan sembilan kluster produk.

“Akan ada pergeseran portofolio produk. Kita akan fokus pada produk-produk yang marginnya tinggi,” ujarnya.

Adapun, produk yang memberikan margin tinggi, di antaranya obat bermerek (branded) dan obat dengan resep dokter. Namun, dia menegaskan, perseroan masih akan menjual produk generik.

Dia menegaskan, perseroan akan meningkatkan pasar regular yang menjual produk bermargin tinggi seimbang atau bahkan lebih besar dari pasar tender. Saat ini, komposisi pasar regular dengan tender, yakni 40:60 persen.

Djakfarudin menjelaskan, dengan produk regular, maka sirkulasinya akan lebih cepat. Selain itu, juga bisa mengantisipasi beban operasional karena flutuasi harga bahan baku. Selama ini, perseroan masih mengimpor sekira 70 persen bahan baku dari China, India, dan Eropa.

Disingung mengenai kuasi reorganisasi INAF, Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur BUMN Irnanda Laksanawan mendukung rencana perseroan tersebut.

“Kuasi reorganisasi ini baik dilakukan agar akumulasi kerugian menjadi nol. Tahun depan, diharapkan perusahaan bisa membagi dividen,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) juga disepakati perubahan direksi INAF yang baru. Direksi terpilih, yakni Djakfarudin Junus sebagai Direktur Utama, Direktur Riset dan Pemasaran dijabat Elfiano Rizaldi, Direktur Keuangan dan SDM oleh John Guntar Sebayang, Direktur Produksi ditempati Kosasih serta Direktur Operasi dan Pengembangan oleh Bambang Solihin Irianto. (J Erna/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit