>

Jalan Tol Cikampek-Palimanan Diprioritaskan

Senin, 18 Juli 2011 - 08:48 wib | Koran SI - Koran SI

Ilustrasi: Jalan Tol

Jalan Tol Cikampek-Palimanan Diprioritaskan
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan sisa dana badan layanan umum (BLU) tahun 2011 tidak cukup untuk membiayai pembebasan lahan 10 proyek jalan tol yang terbengkalai.

Dana BLU yang dimiliki Kementerian PU saat ini yang tersisa tercatat tinggal sekitar Rp300 miliar. Dari 10 proyek tol tertunda yang belum menandatangani amendemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), dana BLU tersebut akan diprioritaskan untuk pembebasan lahan jalan ruas tol Cikampek–Palimanan.

Kepala Direktorat Wilayah I Ditjen Bina Marga Kementerian PU Herry Marzuki mengatakan, dana BLU yang tersisa tersebut tidak cukup untuk membiayai pembebasan lahan 24 ruas tol. Pihaknya saat ini mengandalkan pinjaman BLU dari PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk membebaskan lahan, sambil menunggu tambahan dana dalam APBN Perubahan 2011 keluar.

“Sedangkan dana BLU yang tersisa kini, seluruhnya akan dialokasikan untuk pembebasan lahan ruas Tol Cikampek–Palimanan. Ini diperkirakan hanya untuk jalan itu, kita nggak boleh utak-atik,” kata Herry di Jakarta.

Seperti diketahui, ruas Tol Cikampek–Palimanan merupakan bagian dari Tol Trans Jawa. Dia mengatakan saat ini besaran luas lahan yang sudah dibebaskan di jalan Tol Cikampek-Palimanan telah mencapai 71,06 persen dari total luas lahan 720,49 hektare. Artinya, luas lahan yang sudah dibebaskan mencapai sekitar 511,98 hektare dan sisa lahan yang harus dibebaskan masih mencapai 208,51 hektare lagi.

Hal ini sesuai dengan target penyelesaian pembebasan lahan Cikopo–Palimanan, sedangkan untuk ruas lainnya akan mengandalkan anggaran dari Pusat Investasi Pemerintah. “Tapi kalau masih ada sisanya (dana BLU) tentu bisa dialokasikan untuk yang lainnya juga, tapi jelas akan masih sangat kurang,” terangnya.

Dia menyebutkan, baru beberapa pemegang konsensi dari 24 ruas tol yang sempat tertunda dan telah mengajukan dana BLU ke PIP. Saat ini baru empat pemegang konsensi tol yang mengajukan permohonan pinjaman dana BLU ke PIP, yakni pemegang konsesi ruas Tol Surabaya–Mojokerto sebesar Rp60 miliar, Depok–Antasari Rp300 miliar, Kunciran–Serpong Rp200 miliar, dan Cengkareng–Kunciran Rp152 miliar.

”Dulu kan kita minta Rp3,8 triliun ke menteri keuangan. Tapi kan terus akhirnya oleh PIP ditalangin dulu, itu dengan business to business antara investor dan PIP langsung, berapa dana BLU yang dibutuhkan,” kata Herry.

Dari 24 tol yang tertunda pembangunannya, hingga saat sebanyak 14 ruas tol yang sudah menandatangani amendemen PPJT-nya. Sementara itu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meminta 10 investor dari 24 ruas tol tertunda yang belum menandatangani amendemen PPJT, untuk menyelesaikan rencana pembiayaan sebelum akhir Juli ini.

Kepala BPJT Ahmad Ghani Gazali mengatakan, permasalahan yang dihadapi 10 ruas tersebut yakni sumber pendanaan perbankan. Jika hingga Juli 2011 ke-10 ruas itu belum siap, BPJT akan meninjau ulang kemampuan dan kelayakan pemegang konsesi apakah masih dapat diteruskan atau tidak.

“Kami masih tunggu kesiapan mereka, tapi nanti ada saatnya kami beri deadline dan evaluasi ulang apakah mereka masih mampu atau tidak melanjutkan proyek ini. Dalam evaluasi sebelumnya, mereka dinilai mampu dan harus memenuhi beberapa persyaratan,” kata Ghani. (heru febrianto) (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Japan Rating Pertahankan Peringkat Utang RI di BBB-