JAKARTA - Direktur Utama Askes I Gede Subawa, mnyatakan jika hingga saat ini terus melakukan upaya persiapan jika memang rancangan undang-undang Badan Pelaksana jaminan Sosial (BPJS) disahkan.
"Itu (BPJS) masih kalau sekarang saya katakan masalah ini masih menjadi wacana dari pemerintah. Saat ini kami di PT Askes tentu masih dalam posisi yang lalu, yakni mempersiapkan diri seandainya ditugaskan melaksanakan itu kami betul-betul sudah siap," ungkapnya saat ditemui di kantor Pusat Askes, Jakarta Jumat (5/8/2011) malam.
Dirinya kembali memastikan jika akan terus mempersiapkan hal tersebut, khusunya untuk Sumber Daya Manusia (SDM). "Kami sebagai operator tidak henti-hentinya bersiap, yang paling penting SDM. mentalitasnya itu perlu," imbuhnya.
Diakuinya, jika pelaksanaan tersebut tidaklah mudah. Sebab akan dibutuhkan banyak sekali intstrumen, dan yang paling vital dalam hal ini adalah masalah biaya.
"Walapun itu bukan sesuatu yang gampang. Saya dengar pemerintah dengan DPR masih dibutuhkan waktu transisi. Masayarakat perlu juga memahami sesuatu yang kompleks. (UU) BPJS itu dibutuhkan sesuatu yang matang. Yang paling penting adalah tentang apa yang akan diaksanakan dalam program jaminan sosial itu. Karena semua berimplikasi ke masalah biaya," jabarnya.
Dirinya juga memastikan jika diperlukan profesionalisme pembuatan UU BPJS, agar dana yang nantinya dikelola bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya penyimpangan.
"Yang dibutuhkan profesionalisme dari manajemen agar dana yang dikelola bisa efisien, transparan, itu perlu dijaga. Ini perlu dipertahankan. Programnya bagus tapi hati-hati dengan orang-orangnya," tandasnya. (nia)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.