JAKARTA - Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas menargetkan pembiayaan sebesar Rp800 miliar hingga akhir tahun. Hingga Agustus 2011 total pembiayaan telah mencapai Rp600-Rp650 miliar.
Direktur Unit Usaha Syariah & General Affair Bank Sinarmas Heru Agus Wuryanto mengatakan, hampir 80 persen pembiayaan disalurkan melalui pola pembiayaan channeling dengan memanfaatkan kerja sama perusahaan pembiayaan, koperasi dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sementara 20 persen untuk korporasi. Hal ini, kata dia, sebagai strategi dalam menyiasati keterbatasan jaringan kantor.
"Kami banyak kerja sama dengan multifinace, koperasi dan BPR, sesuai strategi untuk mengembangkan bisnis," ujarnya disela-sela Penandatanganan Perjanjian Fasilitas Channelling Pembiayaan di Jakarta, kamis (15/09/2011).
Heru menambahkan, pola pembiayaan channeling juga merupakan saluran yang sejalan dengan visi untuk membiayai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini, sambung dia, membutuhkan banyak kantor dan strategi channeling dinilai tepat, ditambah lagi dengan strategi office channeling dengan Bank Sinarmas konvensional. "Kita mau ini sebagai produk syariah, jadi nanti nasabah bisa pilih mau produk yang mana,” imbuhnya.
Adapun dari sisi pendanaan, dari Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Agustus telah berjumlah sekitar Rp600 miliar dimana komposisi deposito mendominasi sebesar 90 persen dan 10 persen merupakan dana murah. Hingga akhir tahun, kata dia, DPK diproyeksikan bisa mencapai sekitar Rp900 miliar.
Adapun rasio financing deposit ratio (FDR) sebesar 85 persen dengan Non Performing Financing 0,5 persen, sementara total aset per Agustus tercatat sebesar Rp750 miliar. “Target aset sampai akhir tahun Rp1 triliun, dengan DPK sebesar Rp900 miliar,” tukasnya.
Adapun kerja sama channeling sebesar Rp300 miliar kepada PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALlF) merupakan penyaluran chanelling terbesar. "Alif sudah lama penjajakan dan baru bisa direalisasikan sekarang," tandasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.