JAKARTA - Kebutuhan kabel alumunium dalam negeri untuk pembangkit listrik tahun depan diperkirakan meningkat 20 persen dibanding tahun ini.
"Tahun ini kapasitas terpasang 130 ribu metrik ton, tahun depan diperkirakan akan tumbuh 180 ribu metrik ton," ungkap Ketua Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia Noval Jamalulail saat ditemui dalam acara paparan Pameran Industri Kawat Kabel dan Pipa di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (19/9/2011).
Adapun pertumbuhan dari kapasitas pemakaian tersebut, karena adanya program percepatan pembangkit listrik 10 ribu megawatt (mw). Program tersebut tahun ini direncanakan akan rampung, namun akan ada tahap II yang diperkirakan membutuhkan banyak kabel alumunium.
"Kabel alumunium dipakai PLN untuk power kabel, transmisi. Nah itu kan ada big proyek yang 10 ribu megawatt. Tahun depan mulai tahap II diperkirakan sampai tiga tahun mendatang," terangnya.
Dijelaskannya, kebutuhan lokal akan kabel alumunium dapat dipenuhi dari produksi lokal. Adapun pasar lokalnya antara lain PLN, Telkom, PT Kereta Api, untuk gedung dan pusat perbelanjaan. "Kabel dari China tidak masuk. PLN merajai kabel yang diproduksi," terangnya.
Terakhir dirinya menyatakan jika kabel alumunium yang diproduksi telah diekspor ke dunia ke tiga seperti Filipina dan Vietnam. "Kalau ke Eropa, itu terlalu jauh ya," tandasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.