JAKARTA - Asean setuju untuk membentuk suatu badan yang menyediakan pilihan dan strategi yang menyediakan agenda energi yang terkoordinasi, fokus dan kuat dengan menyediakan data di bidang energi.
Seperti dikutip dari situs resmi Ditjen Migas, Senin (26/9/2011), hal ini merupakan salah satu hasil pertemuan menteri-menteri energi Asean dengan International Energy Agency (IEA) pada Asean Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-29 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif IEA Maria van de Hoeven menyatakan, kesediaan IEA untuk mendukung Asean di bidang pengembangan kapasitas dan penelitian, yang ditunjukkan dengan penandantanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asean dan IEA di bidang kerja sama energi.
MoU tersebut adalah pencapaian penting karena Asean akan mendapat bantuan dari IEA untuk mengimplementasikan tujuan dan perhitungan energi seperti yang dinyatakan dalam Kerja Sama Aksi Bidang Energi Asean (APAEC) 2010-2015.
Peserta yang hadir dalam AMEM ke-29 tersebut adalah semua menteri bidang energi negara anggota Asean termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Darwin Zahedy Saleh, serta wakil mitra dialog yang berasal dari Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Rusia, dan Amerika Serikat. Terdapat pula utusan dari IEA, Institut Penelitian Ekonomi ASEAN dan Asia Timur (ERIA) serta konsultan McKinsey & Company.
Selain pembicaraan antarpemerintah, terdapat juga aktivitas kelompok bisnis seperti Forum Bisnis Energi Asean, dialog antara para menteri dan pimpinan perusahaan (CEO) energi, serta Pameran Energi Brunai (BEE 2011). AMEM ke-30 direncanakan berlangsung di Kamboja pada 2012.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.