AS Jajaki Investasi Kakao di Indonesia

Minggu, 9 Oktober 2011 14:52 wib
Ilustrasi: Kakao. Foto: Wordpress
Ilustrasi: Kakao. Foto: Wordpress
JAKARTA - Perusahaan agribisnis asal Amerika Serikat (AS), Archer Daniels Midland Company (ADM) berencana untuk membangun pabrik pengolahan kakao di Indonesia.

Direktur Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Ahmad mengatakan, ADM sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di sektor hilir kakao. Namun, Faiz belum mengetahui berapa besar nilai investasinya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Piter Jasman mengatakan, kapasitas produksi yang bisa dihasilkan oleh ADM nantinya adalah sekitar 600.000 ton kakao per tahun, apabila berkomitmen berinvestasi di sektor olahan kakao nasinal.

“Investasinya kira-kira USD1.500 per ton. Itu kalau mau efisien,” kata Piter di Jakarta belum lama ini.

Menurutnya, ADM merupakan pemimpin pasar  di dunia. Lalu disusul oleh Barry Callebaut dan Cargill. Investasi ADM dan Cargill di industri pengolahan kakao nasional akan menguntungkan Indonesia. Pasalnya, kata dia, hal itu akan memudahkan produk Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa sehingga bisa memberikan nilai tambah.

"Misalnya, untuk mengolah biji kakao menjadi bubuk atau butter, bisa menikmati nilai tambah sekitar 20 persen dari harga biji. Jika bubuk atau butter diolah lagi oleh industri makanan dan minuman menjadi wafer misalnya, nilai tambah yang dinikmati setidaknya 30 persen dari harga bubuk,” jelasnya. (Sandra Karina/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit