Industri Terganjal Perkembangan Penelitian

Senin, 10 Oktober 2011 16:45 wib
Ilustrasi: Grafik
Ilustrasi: Grafik
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengatakan, kurang berkembangnya industri karena belum adanya jejaring antara para peneliti dengan pelaku industri.

"Kolaborasi kerja sama peneliti dan dunia usaha harus ada pangggung. Kami akan menjembatani. Misalnya melalui pertemuan di berbagai seminar. Itu bagian dari upaya komunikasi. Tugas pemerintah menjembatani,” kata Suharna di Jakarta, Senin (10/10/2011).

Menurutnya, perkembangan iptek di Indonesia belum mencapai tingkat yang diinginkan. “Berbagai studi juga menunjukkan bahwa persepsi para pelaku industri terhadap peran iptek masih sangat rendah,” ucapnya.

Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Zuhal Abdul Kadir mengatakan, ekosistem inovasi harus dibenahi agar pihak swasta mau berinvestasi. “Tidak ada environment mendukung, makanya RIM tidak mau investasi. Mindset kita musti dirubah. Regulasi dan sistem insentif dibenahi supaya investor tertarik,” ujar Zuhal.

Peneliti LIPI Erman Aminullah menambahkan, saat ini, dana pengembangan riset masih rendah.

"Hal itu terjadi karena masih rendahnya reinvestasi hasil produksi swasta ke research and development, struktur dominan industri swasta di low medium technology, dan perhatian terhadap pentingnya iptek terus menurun,” kata Erman.

Yang harus diintervensi, kata dia, adalah sektor swasta. Peran swasta dalam kegiatan riset perlu ditingkatkan.  “Insentif fiskal dan keuangan kalau perlu juga diberikan agar swasta tertarik,”tandasnya. (Sandra Karina/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit