JAKARTA - Krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) berpotensi mengancam industri manufaktur nasional.
Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, penguatan pasar domestik harus dioptimalkan.
“Tapi, kita belum tahu kondisi tahun depan seperti apa. Kalau Indonesia, berada di ring tiga. Artinya, dampak merambat ke kita jika China dan India kena imbas. Di sisi lain, krisis bisa memacu China agresif melempar barangnya ke Indonesia. Kita perkuat konsumsi nasional agar fokus produk domestik,” kata Panggah di Jakarta, Selasa (11/10/2011).
Kemenperin, kata dia, masih optimistis pertumbuhan manufaktur bisa mencapai tujuh persen pada tahun depan. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, implementasi pasar bebas seharusnya tidak mengabaikan pasar domestik.
“Kalau sepakat pasar bebas, berarti domestik diperkuat agar tidak kebobolan dan tidak kalah bersaing,” kata Hidayat.
Menurutnya, pemberlakuan safeguard perlu diperketat sebagai salah satu langkah untuk melindungi industri nasional. Berbagai negara lain, kata dia, telah menerapkan langkah serupa untuk melindungi pasarnya. Hidayat mencontohkan, Turki menggugat dumping terhadap 20 produk ekspor Indonesia.
“Sebaliknya, kita jarang sekali melakukan safeguard. Semestinya kita lebih berani karena sudah ada ketentuannya. Stop dulu saat dilakukan penyelidikan. Jika nanti tidak terbukti bisa dilepaskan kembali,” tutup Hidayat. (rfa)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.