Ini Tantangan Menteri Perhubungan Baru

Widi Agustian - Okezone
Minggu, 23 Oktober 2011 16:03 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Menteri Perhubungan yang baru, EE Mangindaan ditantang untuk dapat menerapkan kebijakan sistem Short Sea Shipping (3S) dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Teluk Bayur dan Pelabuhan Belawan.

Kebijakan ini, kata Anggota Komisi V DPR Sigit Soesiantomo kata telah dilakukan di Eropa dan Amerika untuk mengatasi kemacetan lalu lintas angkutan barang di darat, dan terbukti berhasil meningkatkan kinerja indeks logistik di sana.

"Oleh karena itu, Pak Mangindaan akan menorehkan tinta emas dalam sejarah perhubungan jika berhasil mengembangkan sistem 3S ini pada masa kepemimpinan beliau di Kementerian Perhubungan”," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (23/10/2011).

Menurutnya, peningkatan keandalan sistem transportasi laut merupakan faktor penting untuk mendukung konektifitas enam koridor ekonomi seperti tercantum dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan pemerintah.

"UU no. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran jelas sekali memerintahkan pihak eksekutif untuk memberikan dukungan kebijakan politik dan  keuangan bagi pertumbuhan industri pelayaran nasional” tutur Sigit.

Menurut Sigit, rendahnya Indeks kinerja logistik Indonesia yang menurun signifikan dalam tiga  tahun terakhir ini adalah akibat rendahnya tingkat pelayanan di Pelabuhan. Faktor lainnya adalah kecilnya jumlah armada kapal karena pemerintah belum menjalankan  UU No 17/2008 sebagai insentif ekonomi bagi pengusaha pelayaran nasional  untuk menambah armada kapalnya. (wdi)
TWITTER »
twit