JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai transformasi empat perusahaan BUMN yang bergerak di sektor jaminan sosial seperti Jamsostek, Askes, Asabri, dan Taspen masih mempunyai waktu yang panjang hingga akhir 2014.
Untuk hal itu, Kementerian BUMN justru mendorong perusahaan pelat merah tersebut agar lebih getol melakukan aksi-aksi korporasi.
"Itu kan masih akhir 2014, masih punya waktulah. Jangan ditanyakan sekarang," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika ditemui di sela-sela diskusi bersama SindoTV di MNC Plaza, Jakarta, Selasa (1/11/2011).
Menurut Dahlan, dia memprioritaskan hal-hal yang lebih mendasar terlebih dahulu seperti memperbaiki kinerja BUMN atau merger dengan perusahaan BUMN yang lain.
"Kami mikir yang lain dulu, yang lebih mendasar. Masih cukup banyak waktunya, dan menurut saya tidak terlalu berat," tuturnya.
Dia juga menegaskan, jika sistem e-KTP sudah terbilang sukses maka proses itu tidak akan terlalu memberatkan para penjamin sosial. "Apalagi nanti ada sistem e-KTP, sudah sukses satu tahun lagi, lebih gampang lagi," tegasnya.
Namun, Dahlan juga menjelaskan alasan lamanya proses transformasi BPJS. Menurut Dahlan, dia ingin memberikan kelonggaran dan keleluasaan kepada manajemen BUMN untuk melakukan aksi-aksi korporasi yang sangat cepat.
"BPJS soal mudah. Justru saya ingin memberikan kelonggaran dan kemudahan lebih besar kepada manajemen BUMN itu untuk melakukan aksi-aksi korporasi yang cepat dengan speed tinggi. Selain itu juga, memperhitungkan opportunity lost jangan sampai lambat, kemudian kesempatannya berlalu," tandasnya. (rfa)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.