Ilustrasi: Kakao. Foto: Wordpress
JAKARTA - Krisis pangan yang membayangi dunia mengancam ketahanan pangan nasional. Pasalnya, Wakil Ketua Komisi Tetap Perkebunan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Teguh Patriawan menuturkan ada beberapa komoditas yang masih mengkhawatirkan khususnya dalam hal pangan.
"Seperti contohnya komoditi kakao. Kakao belum bangkit. Lalu kelapa juga. Dulu kita nomor dua setelah Filipina. Nah, sekarang bagaimana strategi kita untuk meningkatkan atau mengangkat komoditas tersebut," ungkapnya dalam acara Simposium Komoditas Strategis dan Unggulan Ekspor Menuju Feed Indonesia Feed The World II, di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Tambahnya, harus dibuat strategi guna meningkatkan komoditi kakao dan karet karena hal ini menyangkut masyarakat banyak dan petani kecil.
"Kalau bisa diangkat, alangkah berbahagianya kita bisa kembali pada proporsi kita sebagai negara agraris. Dan banyak petani kecil yang bisa terangkat jika kita bisa memajukan komoditas tersebut," paparnya.
Di sisi lain, ada komoditas lain yang saat ini mengalami kemajuan yaitu berupa kelapa sawit. Teguh menuturkan hingga saat ini Indonesia bisa dikatakan sebagai raja dari kelapa sawit. Di mana hal ini dilihat dari industri kepala sawit yang maju.
"Dalam sawit, kita bisa berlega hati, tidak diragukan lagi kalau kelapa sawit itu merupakan komoditas Indonesia karena Indonesia sendiri betul-betul jadi raja di dunia sawit, tapi kalau dilihat komoditas lain, diperlukan kerja keras. Demikian juga sawit di awal-awalnya, saking inginnya pemerintah kembangkan sawit, pengusahanya sendiri didorong dengan insentif sehingga perkebunan sawit sehingga bisa seperti sekarang," pungkasnya. (wdi)