Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Tak Ada Ruginya Akuisisi Indosiar"

Yuni Astutik , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2011 |12:34 WIB
Logo PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM)
A
A
A

JAKARTA - PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) Tbk mengaku tidak merugi, setelah perusahaan melakukan akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) beberapa waktu lalu. Indosiar memang telah merugi sebelum diakuisisi.

"Belum menemukan kerugian dari adanya akuisisi antara EMTEK dan Indosiar," ungkap Direktur Utama EMTEK, Susanto Suwarto saat Paparan Publik di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Dia mengatakan, sebelum Indosiar bergabung dengan EMTEK, neraca perusahaan memang telah merugi. Namun, Susanto meyakini, kinerja perusahaan semakin membaik seiring dengan akuisisi yang dilakukan.

"Waktu mereka (Indosiar) sebelum masuk, itu rugi, saya lupa angkanya. Tapi sekarang pasti dan sudah baik. Karena kita betulin kinerjanya," tuturnya.

Menurutnya, dari lima hingga enam tahun yang lalu, Indosiar pernah mengalami masa kejayaan menjadi televisi yang paling banyak diminati karena programnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, perusahaan yakin Indosiar masih memiliki prospek yang bagus ke depannya, meskipun saat ini kondisinya sudah berubah. "Dulu siapa yang nggak nonton Indosiar. Kita berani akuisis Indosiar karena pertumbuhannya yang signifikan," tandasnya.

Sebagai informasi, EMTEK telah menyelesaikan akuisi dan penawaran umum wajib tender atas 88,77 persen saham Indosiar pada 13 Juli lalu. Sebelumnya, proses akuisis ini sempat menuai sejumah dugaan adanya monopoli usaha.

Namun pada akhir November lalu, Komite Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) telah memberikan pendapat bahwa tidak ada godaan praktik monopoli yang tidak sehat dari akuisisi tersebut. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement