JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuan (BI rate) di angka enam persen. Pasalnya, BI menilai tingkat suku bunga ini masih bisa digunakan untuk menahan krisis global.
"Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga di angka enam persen," kata Gubernur BI Darmin Nasution dalam konferensi pers kondisi triwulan IV-2011 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/1/2012).
Menurut Darmin, BI akan terus konsisten dalam menjaga kestabilan makroprudensial ekonomi Indonesia, dengan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta kebijakan di sektor keuangan.
"Kami masih yakin bahwa di tahun ini, inflasi akan bergerak di angka 4,5 persen plus minus satu, pertumbuhan ekonomi di kuartal satu tahun ini akan berada di 6,5 persen," lanjutnya.
Meskipun masih yakin dengan rencana pertumbuhan ekonomi yang akan terus naik, BI juga terus mewaspadai perlambatan ekonomi global yang diperkirakan masih akan terjadi tahun ini.
"Pertumbuhan ekonomi dunia diperkiraan akan lebih rendah dengan konsumsi negara-negara maju cenderung stagnan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini berdampak pada menurunnya kinerja ekspor di negara-negara berkembang," tandas mantan dirjen pajak ini.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.