Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan BI Tahan BI Rate

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Kamis, 12 Januari 2012 |15:25 WIB
Ini Alasan BI Tahan BI Rate
Gubernur BI Darmin Nasution. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai langkahnya untuk menahan tingkat suku bunga acuan (BI rate) disebabkan karena ekspektasi nilai inflasi yang akan naik menyusul dengan rencana diberlakukannya pembatasan BBM subsidi pada April mendatang. Meskipun diperkirakan akan naik, BI menilai bahwa angka inflasi ini akan tetap dapat terkendali.

"Kalau tanpa pembatasan BBM subsidi, asumsi inflasi kita adalah 4,5 persen (tahunan). Dengan angka itu, pantasnya policy rate memang turun. Tetapi karena kita tahu inflasi akan lebih tinggi dari itu sekira 5,2 sampai 5,4 persen per tahun, itu jadi ngapain dinaikkan?" jawab Gubernur BI Darmin Nasutin ketika menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers mengenai Hasil Rapat Dewan Gubernur di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Beberapa analis, sebelumnya menilai bahwa saat ini sampai beberapa bulan mendatang sebelum rencana pembatasan BBM diberlakukan, adalah saat yang tepat untuk menurunkan BI rate. Namun, bank sentral melihat adanya ketidakpastian situasi ekonomi dengan pemberlakuan regulasi ini, maka menahan BI rate di enam persen adalah langkah yang dinilai BI paling aman.

"Dengan pembatasan subsidi pun kita masih ada cukup regulasi jadi tidak perlu naik atau turun. Kalau (BI rate) turun sekarang dan inflasinya (akibat pembatasan BBM subsidi) 5,4-5,6 persen dan BI rate di 5,5 persen (misalnya), masa beberapa bulan lagi naik lagi (BI rate) ya tidak benar itu," lanjut Darmin.

Menurut perhitungan bank sentral, jika pemerintah jadi memberlakukan pembatasan BBM subsidi April depan, inflasi akan naik sekira 0,72 sampai 0,94 persen.

"Dengan hitungan itu, ditambah dengan kebijakan kita sebesar 4,5 persen itu (angka prediksi inflasi BI 2012) inflasi masih ada di 5,22-5,44 persen. Itu sebabnya kita masih bisa mengendalikan inflasi 2012 di angka 4,5 persen plus minus satu," tandasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement