Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PTPN III Resmi Induki Holding BUMN Perkebunan

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2012 |13:36 WIB
 PTPN III Resmi Induki Holding BUMN Perkebunan
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menunjuk PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III/persero) menjadi (induk Usaha) dari penggabungan (holding) BUMN perkebunan.

Hal tersebut diputuskan, setelah Direktur Utama PTPN IV Dahlan Harahap memilih mengundurkan diri sebagai direksi BUMN pada tahun ini.

"Pada waktu itu, dirut PTPN IV merekomendasikan bahwa PTPN III juga pantas menjadi holding perkebunan. Jadi ya PTPN III," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan, kala ditemui di gedung kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Dahlan menuturkan, masa jabatan direksi PTPN III juga akan habis namun, pemilihan direksi PTPN III akan dilakukan sebelum 1 februari 2012.

Sebelumnya, PTPN III menyatakan kesiapannya untuk menjadi induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan. Nilai aset holding BUMN perkebunan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp40 triliun. “Kami siap jika pemegang saham menujuk PTPN III sebagai holding BUMN kebun,” kata Direktur Utama PTPN III, Amri Siregar beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Amri menambahkan, perusahaan kebun pelat merah yang dipimpinnya menunggu keputusan dari Kementerian BUMN selaku pemagang saham penuh 15 BUMN perkebunan. Namun, dia menuturkan, jika PTPN III dipilih sebagai holding BUMN perkebunan, maka perseroan akan melaksanakan tugas sesuai yang diamanahkan pemegang saham.

Untuk tahap awal, mekanisme holding BUMN perkebunan masih dioperasikan sesuai dengan mekanisme holding pupuk dan semen. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement