JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan harga minyak dunia bakal mendongkrak harga Indonesia Crude Price (ICP), namun hal itu tidak terlalu terasa jika Indonesia beralih untuk memakai bahan bakar gas.
"Harga minyak ICP tergantung sepadan dengan kenaikan harga minyak dunia, makanya pindah ke gas cepat-cepat," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Menurutnya jika benar-benar harga minyak dunia melambung tinggi akibat blokade Selat Hormuz, Indonesia akan berdampak secara signifikan. "Asal ada dampak kenaikan. Kalau tidak pakai minyak tak kena dampak. Ada bagusnya juga ini biar pindah ke gas cepat-cepat," tegasnya.
Dirinya mengatakan pemerintah memastikan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan terus berjalan di 1 April 2012. "Usulan DPR agar dinaikkan tetapi pemerintah tetap pembatasan," singkatnya.
Namun, jika benar-benar DPR mengusulkan untuk menaikkan harga maka pemerintah akan lakukan pembicaraan lebih lanjut. "Mekanismenya tetap kalau kendaraan pribadi harus beli pertamax kaya kemarin-kemarin. Kalau DPR usulkan kenaikan baru kita bicara," kata Widjajono.
Tetapi, dirinya menginginkan untuk naikkan Rp1.000 per liter dan setiap bulan harus ada kenaikan sehingga disparitas harga dengan pertamax tidak terlampau jauh. "Kalau lebih praktis naik-naiklah, tergantung pilhannya, mungkin aja. Saya harga tengah bisa saja itu yang jalan," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.