Share

Asumsi Harga Minyak USD90/Barel di 2023, Sri Mulyani Ingat Perang

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 08 September 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 08 320 2663418 asumsi-harga-minyak-usd90-barel-di-2023-sri-mulyani-ingat-perang-Y5YmNGncia.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa prediksi dan proyeksi yang disampaikan pemerintah seperti harga minyak mentah di 2023 berdasarkan data dari lembaga-lembaga kompeten.

“Kalau mengenai harga minyak, kita menggunakan dari international energy agency. Kita melihat berbagai proyeksi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang memang memiliki spesialisasi dan kompetensi. Oleh karena itu, untuk Undang-Undang APBN 2023, kita menggunakan asumsi untuk harga minyak itu di atas USD90/barel. Kita anggap itu relatif mencerminkan seperti situasi sekarang,” ungkap Sri, dikutip Kamis (8/9/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani: Laporan Keuangan Pemerintah Kembali Dapatkan WTP Sejak 2016

Dalam kesempatan tersebut, dia mengungkapkan pula terdapat dua faktor yang menentukan harga minyak ini. Pertama pemulihan ekonomi dunia, kedua suasana geopolitik Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Sri Mulyani Pede Defisit APBN 2023 Kembali di Bawah 3% Pasca-Pandemi Covid-19

Pemulihan ekonomi dunia ditentukan dengan inflasi, pergerakan suku bunga, dan juga keadaan ekonomi negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika yang kemungkinan akan mengalami resesi. Sri mengatakan, kalau perekonomian dunia melemah maka permintaan terhadap minyak akan menurun, sehingga ada kemungkinan harga akan terkoreksi ke bawah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di sisi lain, suasana perang antara Rusia dengan Ukraina atau dengan pihak NATO belum selesai. Bahkan tidak ada yang bisa memprediksi kapan selesainya.

“Dua faktor yang akan sangat menentukan ini tentu berkompetisi. Sehingga tahun depan, kita tetap mengasumsikan dengan harga yang cukup tinggi, dengan kurs yang juga sedang dibahas oleh Badan Anggaran dengan kami, sehingga kita akan mendapatkan jumlah alokasi subsidi yang kita perkirakan mencukupi untuk tetap mendukung pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat. Tentu ini akan sangat ditentukan oleh perkembangan yang terjadi di dalam perekonomian global,” pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini