Share

Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Harga Minyak Mentah RI Bakal Naik Gila-gilaan

Feby Novalius, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 320 2648925 ekonomi-2023-diprediksi-gelap-harga-minyak-mentah-ri-bakal-naik-gila-gilaan-k4i3jSuj4q.jpg Harga Minyak Mentah Indonesia Diprediksi Naik di 2023. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Ekonomi dunia di 2023 diprediksi gelap. Hal ini mendorong asumsi harga minyak mentah indonesia (ICP) tahun depan meningkat drastis.

"Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada USD90 per barel," ujar Presiden Jokowi, dalam Penyampaian APBN 2023 dan Nota Keuangannya, di DPR RI, Selasa (16/8/2022).

Adapun asumsi ICP dalam APBN 2022 sebesar USD63 per barel. Di sisi lain, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari dan 1,05 juta barel setara minyak per hari.

Baca Juga: Jokowi Pamer Ekonomi Indonesia Terus Menguat, Tumbuh 5,4%!

Jokowi mengatakan, keputusan ini mempertimbangkan dinamika perekonomian nasional terkini, agenda pembangunan yang akan dicapai, serta potensi risiko dan tantangan yang kita hadapi. Di mana dalam asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan penyusunan RAPBN 2023, pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3%.

"Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional. Ekspansi produksi yang konsisten akan terus didorong untuk membuka lapangan kerja sebanyakbanyaknya," ujarnya.

Baca Juga: Kemandirian Pangan RI Terancam, Ini Bukti-buktinya

Berbagai sumber pertumbuhan baru harus segera diwujudkan. Pelaksanaan berbagai agenda reformasistruktural terus diakselerasi untuk transformasi perekonomian. Investasi harus dipacu serta daya saing produk manufaktur nasional di pasar global, harus ditingkatkan.

"Dengan semakin kuatnya sektor swasta sebagai motor pertumbuhan, maka manajemen kebijakan fiskal dapat lebih diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perbaikan produktivitas dan daya saing, dengan menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal untuk menghadapi risiko dan gejolak di masa depan," ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Bauran kebijakan yang tepat, serta sinergi dan koordinasi yang semakin erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi modal yang kuat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional serta penguatan stabilitas sistem keuangan. Inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3%. Kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan.

Asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihansisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat. Rata-rata nilai tukar Rupiah diperkirakan bergerak di sekitar Rp14.750 per US Dollar dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diprediksi pada level 7,85%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini